Cegah Gagal Panen : ICARE Jabar Bantu Petani Garut Produksi Bibit Kentang Bebas Penyakit
GARUT — Menjawab masalah umum budidaya kentang yakni keterbatasan lahan dan tingginya risiko terserang penyakit tular tanah, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat menghadirkan solusi konkret. Pada Selasa (17/06), 50 peserta dari Koperasi Horti Agro Makmur binaan ICARE Jabar dan petani lokal mengikuti Bimtek Perbenihan Kentang G0 bersistem Aeroponik di Aula Desa Sarimukti, Pasirwangi. Dipandu Ir. Toni Iskandar dari PSM Agri Hidroponik, kegiatan ini bertujuan memproduksi benih unggul dalam skala masif. Langkah strategis ini memberdayakan petani lokal untuk beralih dari sekadar pembeli benih menjadi produsen benih G0 yang mandiri, steril, dan berdaya saing.
Teknologi ini menjamin kepastian pasokan pangan berkualitas. Aeroponik adalah sistem tanam di udara tanpa media tanah atau air. Akar dibiarkan menggantung di ruang tertutup kedap cahaya dan disemprot kabut larutan nutrisi secara berkala. Dampak inovasi ini memukau: kuantitas umbi mini (G0) yang dihasilkan bisa 10-20 kali lebih banyak per tanaman dibandingkan metode konvensional. Sistem ini juga sangat efisien menghemat penggunaan air dan pupuk karena nutrisi langsung diserap akar tanpa terbuang. Lebih penting lagi, benih yang dihasilkan bebas penyakit. Karena akar sama sekali tidak menyentuh tanah, risiko penyakit tular tanah dapat dihindari sepenuhnya, sehingga meminimalisir risiko kerugian atau gagal panen.
Meski menghadapi tantangan biaya awal dan ketergantungan listrik agar tanaman tidak mati, teknologi ini sangat menjanjikan untuk ketahanan pangan. Dengan pengawalan koperasi, kendala teknis pemeliharaan kepekatan nutrisi dan keasaman pH dapat diselesaikan dengan baik. Dampak inovasi ini bagi masyarakat luar biasa; melimpahnya benih unggul akan menurunkan ongkos produksi, menjaga stabilitas pasokan serta harga kentang di pasar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Jawa Barat secara nyata.